• header
  • header
  • SPMB 2026/2027

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2026/2027 DIBUKA TANGGAL 01 DESEMBER 2025

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SEKOLAH DASAR ISLAM DARUL FALAH GUMELAR LOR

NPSN : 20341625

Jl.Raya Tambak Barat, Gumelar Lor, Tambak 53196 Banyumas Telp.(0282) 497931


[email protected]

TLP : 0282-497931


          

Banner

Jajak Pendapat

Apakah informasi dari web ini bermanfaat?
Ya
Tidak
  Lihat

Statistik


Total Hits : 414476
Pengunjung : 173136
Hari ini : 26
Hits hari ini : 78
Member Online : 0
IP : 216.73.217.139
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

GOOD BYE US




Ujian sekolah telah berakhir. Delapan hari lamanya, hari Sabtu tanggal 14 sampai hari Sabtu lagi tanggal 21 bulan Mei 2016.Anak-anak kelas VI SD Islam Darul Falah berjibaku dengan puluhan soal yang menuntut mereka harus berfikir ekstra.Melawan lupa atas setiap materi yang telah mereka habiskan bertahun-tahun di sekolah ini.Delapan hari sebagai kunci untuk membuka pintu gerbang guna melaju ke jenjang berikutnya.Ya, hari ini masa-masa yang menegangkan telah terlewati.

 

Tidaklah mudah.Masih teringat betapa besar perjuangan untuk melewati hari ini.Dimana bahkan satu semester di tahun ini harus benar-benar bergelut dengan soal-soal, hampiir setiap hari.Harus menelan dalam-dalam rasa bosan yang kian menumpuk, harus memadamkan sendiri setiap kepenatan kala lelah berfikir.

 

Bahkan, setiap waktu akan penuh dengan soal-soal latihan ujian. Pagi-pagi harus masuk kelas lebih pagi, saat yang lain tengah asyik berkoar-koar saling berrebut pertanyaan kepada ustadz/ustadzahnya, mereka harus duduk tertib dengan tenang, khusyu pada lembaran soal breakfast Quiz. Saat pelajaran, pun dijejali dengan soal latihan.Terlebih, hampir setiap hari harus pulang lebih sore dibandingkan kelas-kelas lainnya.Apalagi harus bolak balik ke tempat les demi delapan hari ini, harus kurang bermain, kurang nonton tv, harus mematuhi ini itu yang dilarang. Karena ada tugas atau PR atau karena demi mendapatkan nilai yang lebih bagus lagi nantinya, malampun mereka masih mengurangi jatah tidur.Ya, kembali dengan buku-buku tebal yang penuh materi dan soal.

 

Di akhir tahun ini, mereka harus benar-benar bersahabat dengan yang namanya buku.Lihat saja di ruang belajar mereka. Coba cek ada berapa judul buku yang berkaitan dengan latihan soal, rangkuman, materi kelas empat sampai enam, tips dan trik menghadapi ujian atau bahkan tips jitu supaya tidak stress menghadapi ujian. Berapa eksemplar contoh soal latihan ujian nasional tahun-tahun sebelumnya, ada berapa buku detik-detik dan sukses ujian nasional.Atau, di dalam tas mereka. Apa isinya? Pasti salah satu diantaranya atau bahkan semuanya adalah lembaran soal.Mereka sangat terbiasa dengan jumlah soal yang bahkan sampai beberapa ratus butir di dalam buku, terutama buku detik-detik ujian nasional. Kalau di jumlah, kira kira sudah ada berapa ribu butir yang mereka kerjakan dari semenjak di semester  dua ya?

 

Meskipun demikian, di antara mereka adakah yang tidak semangat mengerjakannya?

 

Ujian sekolah telah berlalu. Namun perasaan tegang dan cemas nan beradu masih benar-benar terasa. Duhai… siswa-siswi kelas 6, bagaimana perasaanmu?Lainkah dengan yang hanya bisa memperhatikan kala kalian mengerjakan? (baca: pengawas). Saat melihat ada beberapa soal yang terjawab dengan nihil, rasanya gemeeeess banget. Dalam hati “dicek lagi mba… jawabanmu itu kurang tepat, baca lagi, baca lagi…”. Tidak usah grogi dengan seonggok tubuh yang berada di depan kalian…. Anggap saja sebagai teman supaya ujian kalian tidak bosan, atau anggap sebagai obyek hiburan di kala sedang menentukan sebuah pilihan jawaban diantara keraguan.Berharap semua anak dapat mengerjakan dengan sempurna.

 

Nyatanya ujian kali ini menyisakan kisah-kisah yang unik, barangkali menjadi kenangan yang tak terlupakan. Ujian seperti ini mungkin akan terulang tiga tahun lagi. Tapi tentu dengan tempat dan suasana yang berbeda. Jadi, pasti akan ada perasaan yang berbeda pula.

 

Setelah hari ini, mereka juga masih harus bersitegang dengan perasaan mereka sendiri. Menantikan hasil akan kerja keras selama ini.

 

Akankah lulus dengan nilai yang memuaskan?

Akanlah bisa membanggakan kedua orangtua?

 

Akankah tidak mengecewakan sekolah?

 

Akankan memberikan senyum yang lebar bagi guru-guru kelas VI?

 

Akankah membawa nama baik untuk SD Islam Darul Falah tercinta?

 

Akankah? …

 

Tentu perasaan berkecamuk benar kala menantikan hasil seluruhnya.Maka kalian anak-anakku…. tetaplah berpegangan erat dalam do’a. Saling menguatkan, saling mendo’akan, akan hasil yang terbaik. Saling menyebut nama teman dalam do’a, ya....!

 

Tentang hasil, yuk kita lupakan dulu…

Kita ingat dulu masa-masa indah saat mengerjakan usian sekolah…

 

1.      Persiapan menghadapi US

Tubuh memang benar-benar terkuras, demi Ujian Sekolah.  Ujian menuntut  persiapan yang sangat matang. Membutuhkan tenaga yang ekstra, membutuhkan mental yang lebih kuat, membutuhkan badan yang lebih fit. Yuk di cek persiapannya… cekidot…

 

ü  Makan dan minum yang lebih bergizi

Kalau biasanya gak minum susu, gara-gara mau US minum susunya lebih rutin. Kalau biasanya makan buahnya jeglang-jeglong beberapa kali thok, sekarang jadi menu wajib.Biasanya gak doyan sayur, jadi mendadak demen banget.Harus ada lauk yang cocok demi sarapan yang full. Pokoknya maunya menu yang wow wow deh ….

 

ü  Istirahat yang cukup dan berkualitas

Nah kalau biasanya di sekolah saat istirahat main bola bagi yang laki-laki, demi Ujian Sekolah harus dikekang dulu tuh keinginan. Saat pulang sekolah biasanya main-main dulu, ya sekedar ngegame di gadgetatau sepedaan barang sebentar, atau nonton tv acara kesayangan, harus  mengalah dulu demi perjuangan. Kali ini harus blegg, istirahat di kamar, tidur.Lupakan soal-soal.  Meski sebentar, barang sejam saja, tapi badan terutama otak benar-benar akan fresh dan siap diajak negbut lagi bantai soal matematika dan kawan kawan.

 

ü  Pelajaridan kerjakan  soal-soal latihan

Pengalaman dalam mengerjakan akan membuat semakin lanyah ketika menjumpai soal yang setipe dengan redaksi yang lain. Apalagi dengan kisi-kisi materi yang hampir sama, sering mengerjakan akan membuat ingatan semkin kuat terhadap jawaban-jawaban atas pertanyaan yang sejenis. Pokoknya harus punya ilmu kebal supaya tidak sampai bosan dengan soal yang panjangnya saembuh, pertanyannya sathuit, jawabannya berderet puanjang-puanjang. Ampun deh kalau tidak teliti dan enggan memahami soal …

 

ü  Baca buku tips menghadapi ujian

Baca buku tips menghadapi ujian itu perlu.Tujuannya adalah supaya mentalnya siap, tidak deg-degan tingkat langit menjelang ujian. Tidak tanya sana-sini tentang rasanya ujian. Pokonya rasanya itu nano-nano, kaya permen. Atau boleh lah browsing-browsing tanya mbah google…

 

ü  Baca buku tentang trik-trik mengerjakan

Ini perlu, karena bisa menjadi cara ampuh untuk mengingat ma,teri yang mungkin dirasa sulit dan berbelit. Trik/ cara-cara pendek ini sangat memudahkan tertutama untuk soal matematika yang kadang pertanyaannya panjang, dengan beberapa angka, ternyata yang dipakai hanya dua atau tiga angka saja. Perlu juga untuk mata pelajaran yang lain, biar jangan sampai masuk jebakan batman alias supertrap alias soal yang mengecoh.

 

ü  Berdo’a

Selain ikhtiar-ikhtiar jasmani, ini nih yang juga sangat penting dan harus, do’a. Selalu berharap positif kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam mengerjakan soal, agar yang sudah dipelajari akan mudah diingat saat bertemu soal nantinya, agar tenang dan konsen saat mengerjakan. Pokoknya do’a ini sangat penting, siapa yang mau berdo’a kepada Allah, Insya Allah pasti terkabul.

 

ü  Meminta maaf dan restu kepada orang tua dan guru, juga kepada teman-teman

Do’a restu juga tidak kalah penting.Barangkali keikhlasan atas kesalahan-kesalahan yang terlanjur menyakiti orang-orang di sekitar kita, orang tua, para guru, teman-teman kita, adalah pintu bagi segala kesulitan. Ridho yang tulus membuat hati akan menjadi lebih tenang.

 

ü  Hunting-hunting peralatan ujian

Menjelang ujian ini pasti penjualan alat tulis seperti pensil, penghapus, dan alas ujian laku keras.Siswa-siswi SDI DF pasti pun demikian. Apalagi mengharuskan dengan kualitas yang berstandar nasional, dan… dalam dunia perpensilan yang paling diminati tentu saja yang merknya berkelas kakap, no ecek-ecek.Tapi, coba lihat deh merk pensil-pensil kalian? Hanya di SDI DF, tidak tersedia di pasaran atau swalayan terdekat? Kalian mesti bangga lho, nama kalian tercantum di pensil pengalahkan merk-merk pensil biasanya. Hihi…

 

2.     Detik-detik Ujian Sekolah

Tubuh seperti  hampir melayang, bahkan telapak kaki seolah tidak merasakan lagi dinginnya lantai keramik yang terkepung dingin di malam hari. Degup jantung serasa akan berhenti, mendongkol dengan berat di dalam dada. Sekedar menelan ludah pun terasa berat, saking keringnya tenggorokan menahan rasa bimbang. Jemari gemeretak memaksa setiap rasa gugup untuk tidak menampakkan dirinya. Bibir tak berhenti komat-kamit melafadzkan dzikir-dzikir kepada Allah. Semua alat tulis sudah lengkap, berikut dengan kartu ujian yang berwarna putih, lengkap dengan foto hitam putih yang tampak …. (isi sendiri yah).

 

Pun ketika sudah berada di dalam ruangan. Seandainya mereka tahu seperti apa ekspresi wajah mereka saat mengerjakan soal. Tak kuasalah membahasakan betapa mereka benar-benar tengah berjuang. Tertunduklah penuh do’a, semoga usaha mereka yang demikian sungguh ini kan membawa hasil terbaik.

 

Yang mana wajahmu? Iya kamu?

ü  Santai tapi serius, sambil menselonjorkan kaki dengan digerak-gerakkan jemarinya

ü  Sangat serius, anteng, dengan tangan berada di kepala #mungkin kepalanya lagi mandan pusing hehe

ü  Santai saja sambil ngus-elus jilbab atau kepala yang tak berpeci

ü  Ada yang terlihat serius membaca soal tapi asal mengerjakan

ü  Ada yang saking seriusnya sampai-sampai tubuhnya ndongkok-ndongkok menghadapi soal

Maka terdengarlah hembusan nafas penuh kelegaan, saat bel tanda selesai telah dibunyikan. Ada rasa plong yang begitu melegakan. Sedikit terkurangi perasaan yang sedari kemarin menyeruak, menunggu terpecahkan. Dan hari pertama cukuplah memberi jawab atas keresahan bagaimana rasanya ujian sekolah

 

3.     Apa yang kamu lakukan untuk menghilangkan kebosanan/ kejenuhan?

Hal ini yang paling menggelitik dalam ujian sekolah kali ini. Ada saja yang dilakukan saat sudah jenuh mengoreksi soal sedang waktu masih banyak tersisa. Apa saja coba? Yuk mari cekidot ...

ü  Menggambar di balik alas ujian

ü  Menyelonjorkan kaki sambil merentangkan tubuh (baca: ngulet)

ü  Memainkan pensil di atas meja, di lantai atau dikursi hingga terdengar klothak klothak

ü  Pura pura tidur

ü  Menyandarkan tubuh ke dinding

ü  Pura-pura komat-kamit

ü  Membuang kotoran di hidung alias ....

ü  Garuk-garuk kepala meski tidak gatal

ü  Membolak-balik soal supaya terlihat lagi ngoreksi

ü  Mengosok-gosokan penghapus ke rok atau celana, pas ditanya lagi ngapain, katanya membersihkan penghapus. Lho? Itu celana atau serbet?

ü  Menggelatakkan kepala di atas meja

ü  Ngalamun

ü  Ijin ke belakang, cuci muka, wudhu, BAK, atau ....

ü  Curi-curi pandang untuk sedikit ngobrol atau tanya jam

Dan... mungkin masih ada yang lain lagi yang lebih nyentrik. Diantara kamu? Kamu... iya kamu? Hal mana yang kamu lakukan?

 

4.     Kejadian menegangkan saat berlangsungnya ujian

Masih ingatkah di ruang satu? Hal apa yang paling menghebohkan?

 

Ini terjadi pada hari ke lima ujian, tepatnya hari Kamis. Sekitar setengah jam menjelang bel selesai berbunyi. Tetiba ruang satu berubah suasana, bukan lagi seperti ruang kelas yang layaknya sedang ujian, lebih mirip pasar. Hah? Kenapa? Ternyata ada hewan kecil yang mengusik mereka. Atau, si hewan kecil itu yang terusik oleh kita? Entahlah...

 

Yang pasti, saat itu peserta ujian tiba-tiba jingkrak-jingkrak bahkan ada yang naik kursi bahkan meja. Bukan karena senang, tapi menahan betapa gelinya ketika tersenggol sedikit saja dengan kulit si hewan. Membayangkan, jangan-jangan nanti ia masuk ke laci mejaku? Atau pakaianku? Merambat melalui tubuhku. Hiiii.... telapak kakinya yang kecil, terasa lembut dan menggelikan, ekornya yang panjang nan kecil dengan tekstur sedikit keras, bulu-bulu rambutnya yang lembut, mulut kecilnya berwarna pink yang moncong kedepan, yang seringkali mengendus benda-benda kotor. Betapa menggelikannya...

 

Ialah tikus. Si hewan yang menjadi biang keributan di ruang satu. Hal ini yang pada akhirnya juga mengusik ketenangan ruang sebelah, ruang dua. Ada apa sebenarnya? Malahan jadi berharap semoga lima atau sepuluh menit sebelum bel ada tikus yang lewat di ruang dua, biar langsung kelura kelas tanpa menunggu bel. Lha wong setengah jam saja sudah pada selesai mengerjakan kok...

 

Sebenarnya sudah dicek, full cek. Kelas sudah disterilkan dari segala yang dapat mengganggu. Termasuk si kecil imut ini, tapi, apalah daya, sekolah dekat dengan sawah, terlebih kelewat satu malam yang panjang. Alamat... pagi tidak dicek, dan langsung membuka pintu dan masuk. Siangnya ....

Terjadilah.

 

Berbagai hal terjadi. Hal ini akan menjadi sebuah kenangan yang tidak akan terulang. Tidak akan. Kalaupun dengan nama yang sama, yakni ujian sekolah atau ujian nasional.

 

Harapan besar bagi kami, bagi sekolah, orang tua, ujian sekolah yang hanya satu kali dalam enam tahun ketika di bangku SD ini, membawa hasil yang terbaik.

 

 Ada yang mengatakan “Murid pandai akademik besarnya kebanyakan menjadi guru atau dosen, tapi murid yang biasa sekalipun kelak besar akan menjadi seorang yang sukses”.

Banyak yang terkendala ekonominya namun justru bangkit punya semangat untuk sukses. Ada pula yang kaya namun hanya berfoya-foya akhirnya berbuah nihil, banyak juga mampu berkembang lebih jauuuh dari orang tuanya.

 

Menjadi apapun kalian, tetaplah yakin akan kemampuan diri sendiri!

 

Kami (baca: asatidzah) berharap, jadilah anak yang sehat jasmani dan rohani, akademik, religius, sosial, mempunyai intelegent, emotional, dan spiritual quotion.  Sukses akhirat wajib! Dunia, harus!

Ujian kali ini semoga menjadi titik balik, menjadi cambuk untuk melejitkan prestasi di masa depan!

 

Sabtu, 21 Mei 2016

-Wiwity kanthi dedonga-



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas