• header
  • header
  • SPMB 2026/2027

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2026/2027 DIBUKA TANGGAL 01 DESEMBER 2025

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SEKOLAH DASAR ISLAM DARUL FALAH GUMELAR LOR

NPSN : 20341625

Jl.Raya Tambak Barat, Gumelar Lor, Tambak 53196 Banyumas Telp.(0282) 497931


[email protected]

TLP : 0282-497931


          

Banner

Jajak Pendapat

Apakah informasi dari web ini bermanfaat?
Ya
Tidak
  Lihat

Statistik


Total Hits : 417763
Pengunjung : 174537
Hari ini : 42
Hits hari ini : 117
Member Online : 0
IP : 216.73.217.5
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Ajarkan Siswa Mengenai Peran UKS di Sekolah




Pengenalan akan pentingnya kesehatan harus dimulai sejak usia dini, termasuk pada anak sekolah. Dengan banyaknya anak-anak yang menghabiskan waktu di lingkungan sekolah, maka peran sekolah untuk mengenalkan pentingnya masalah kesehatan sangat diperlukan. Salah satu bentuk pengenalan tersebut melalui keberadaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif untuk kesehatan dan perkembangan anak-anak.

Hal ini diutarakan oleh Agus Irianto, Amd.Gizi, SE, dari Tim Pembina UKS Provinsi Jawa Timur saat memberikan materi kepada 54 siswa Sekolah Dasar dari perwakilan Puskesmas di Kota Surabaya. Dalam kegiatan yang bertajuk “Peningkatan Kapasitas Pengetahuan Kader Tiwisada/UKS” yang digelar di ruang pertemuan Sekretariat UKS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, hari Selasa (06/03/2012), Agus memaparkan materinya mengenai Kebijakan Pengembangan UKS di Jawa Timur.

Ia mengatakan, alangkah baiknya jika sekolah memaksimalkan peran UKS untuk menjaga keoptimalan kesehatan siswa dan lingkungan sekitar. “Oleh karena itu, diharapkan tiap sekolah minimal memiliki 10 siswa untuk menjadi kader Tiwisada,” ujarnya.

Tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan, para siswa yang sering dipanggil dokter cilik ini langsung melakukan praktek seperti mengukur tinggi dan berat badan yang benar dengan menggunakan alat peraga yang telah disediakan. “Sebelum temannya diukur berat badannya, adik-adik harus mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan. Seperti posisi angka timbangan menunjukkan angka nol, saat ditimbang posisi harus tegak, jangan lupa sepatu dan kaus kaki juga harus dilepas,” tukas Agus kepada para peserta.

Setelah masing-masing siswa dilakukan pengukuran berat dan tinggi badan, Agus lantas membagikan Kartu Menuju Sehat (KMS) khusus untuk anak tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, para siswa juga mendapatkan pembekalan beragam materi, seperti keamanan jajanan di lingkungan sekolah yang disampaikan oleh tim dari Balai POM Provinsi Jawa Timur serta materi mengenai bahaya Narkotika yang disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi jawa Timur. (Fns)




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas